Tuesday, July 17, 2012

Berniat Iseng, menjadi peluang Bisnis









Awal mula
Pak Surya bersama Bu Titi telah berjualan makanan ini selama 7 tahun. Dari ketika Bu Titik masih bekerja sebagai pemilik salon kecantikan didaerah utan kayu, Jakarta Timur. Awalnya Bu Titik hanya iseng oleh kegemarannya, yaitu memasak. Ia yang bermodalkan pandai memasak mencoba membuat makanan pasta, awalnya ragu dengan keahliannya. Ia merasa tak yakin masakan pastanya akan enak.
Dengan Pedenya Ia menawarkan kepada salah satu pelanggan salonnya untuk mncicipi hasil masakan buatannya sendiri. Sang pelanggan pun berkata “ibu, enak kenapa gak mencoba untuk membuat warung pasta?kan jarang-jarang didaerah sini menjual pasta” ucap sang pelanggan seolah member ide dan sarannya. Sentak sempat Bu Titik terfikirkan untuk berjualan masakan yang bisa ia masak, namun modal yang ia miliki tidaklah  ada, hingga akhirnya sempat ia mengungkan niatnya.
Bu titik yang kesehariannya berkerja disalon miliknya ini akhirnya menekuni usahanya dibidang kecantikan. Hingga sampai akhirnya ada salah seorang pelanggan berkata lagi untuk mengusulkan Bu titik untuk berjualan makanan pasta didaerah sekitar salon atau rumahnya itu.
“akhirnya saya iseng untuk membuka usaha makanan pasta dengan nama kios ‘Dapoer Kite’ padatahun 2005” ujar bu titi. Ia akhirnya memilih usaha masakan pasta ini dikarenakan bahan baku dan prosesnya terbilang mudah dan lebih bisa menguntungkan.
Pembuatan Menu Masakan
Di kios yang terbilang tidak jauh dari tempat tinggal ibu titi dan juga salon miliknya inilah dimana segala proses pembuatan menu makanan hidangan yang ingin dijula itu dibuat. Dengan bermodalkan kulkas, kompor, blander, kipas angin, panggangan roti, dsb bu titi memulai jualannya dengan menu khasnya “fettucini carbonara” pasta fettucini dicampur saus putih carbonara. Atau Menu tambahan yang dipesan lagi adalah beef cheese potato, yaitu potongan kentang goreng disiram saus tomat+daging, mirip saus spaghetti dan tetap menggunakan keju. Ini juga salah satu menu yang cukup laku dipesan.
Disini jual dijual berbagai jenis minuman Ada aneka jus buah, minuman sachet, sampe float dan es krim. Semua bahan-bahan yang diperlukan dapat dimasak dan didapat dengan mudah tanpa harus melakukan proses pembuatan yang lama.
Perjuangan hidup
Sekitar pukul 11.00 perjuangan yang sesungguhnya dimulai. Setelah memasukan semua barang dagangan kedalam kios. Pak Surya dan Bu titi memilih untuk berjualan pada pukul 11.00 karena menurutnya sekitar waktu-waktu itulah banyak orang yang dihinggapi rasa lapar.
Memang awal dibuka kios hingga 1 minggu kedepan masih banyak orang yang belum tau ada warung ‘Dapoer Kite’ bahkan pembelipun masih dapat dihitung dalam hitungan jari persetiap harinya.
Beberapa  minggu berlalu bu titi merasakan usahanya tidaklah menunjukan kemajuan, hingga akhirnya ia meminta Andi (yang membantu di warung ‘Dapoer Kite’) untuk membuat semacam selebaran untuk disebarkan agar masyarakat sekitar tahu bahwa kami menjual makanan khas eropa yang dikemas murah dang mudai dijangkau masyarakat.
Trik itu tentulah medapatkan hasil yang baik, dimana sehari setlah diberikan brosur yang mengatakan bahwa pembelian makanan hingga akhir bulan kedepan menawarkan tawaran harga bayar SETENGAH HARGA hingga akhirnya banyak pelanggan yang berdatangan untuk mencoba m akanan di ‘Dapoer Kite’.
Promosi tidaklah untuk selamanya, hanya sebulan promosi berlangsung, selama itu juga banyak pembeli berdatangan untuk mencicipi hanya karna harganya yang sangan menggiurkan. Setelah promosi berakhir, kita mengalami kembali namanya frase penjualan. Pembeli yang datang memanglah banyak, namun tak sebanyak pembeli yang berdatangan saat promosi diadakan.
Masih dalam tahap pengenalan itulah kami memberikan varian-varian menu yang unik agar banyak calon pelanggan yang tertarik untuk menikmatinya.
Waktu terus berjalan, hingga akhirnya warung ‘Dapoer Kita’ dikenal khalayak. Selama 7 tahun kami mendiri9kan kios ini, ditahun ke-3 kami membuka cabang di rawamangun. Dan ditahun berikutnya pun kami membuka lagi, hingga tahun ke-7 kami mendirikan warung, kami sudah memiliki 10 cabang yang berada diwilayah dan daerah-daerah Jakarta.
Sungguh kami tidak percaya, dimana kami hanya iseng mencoba membuka usaha yang dibilang teman kami mampu menjadikan peluang usaha yang cukup maju dan besar yang akhirnya membuahkan hasil yang sangat bisa kami banggakan. Perjalanan yang sulit yang awalnya sempat kami bngung bahwanya warung kami tidak diminati masyarakat, namun pada akhirnya bisa mencapai tingkat pasarang di kalangan pesaing-pesaing resto lainnya.





3 komentar: